Papua Pegunungan

Kunjungi Pengungsi Wouma, Gubernur John Tabo: Kita Semua Keluarga, Stop Perang

0
×

Kunjungi Pengungsi Wouma, Gubernur John Tabo: Kita Semua Keluarga, Stop Perang

Sebarkan artikel ini
Gubernur Papua Pegunungan Jhon Tabo berbicara dengan para pengungsi konflik Wouma di Mapolres Jayawijaya.

Jayawijaya, KV – Gubernur Papua Pegunungan Jhon Tabo meminta warga pengungsi konflik Wouma menjaga persaudaraan saat mengunjungi Posko Mapolres Jayawijaya, Sabtu (16/5/2026) kemarin.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Papua Pegunungan juga menyalurkan bantuan kemanusiaan  kasur dan selimut bagi warga pengungsi konflik.

Bantuan diberikan kepada warga yang sementara mengungsi akibat pertikaian dua kelompok warga di Distrik Wouma.

Saat bertemu pengungsi, John Tabo meminta seluruh warga menjaga sikap dan tidak mengeluarkan kata-kata yang dapat memancing emosi. Seluruh masyarakat adalah satu keluarga di Papua Pegunungan, sehingga perang harus dihentikan karena hanya akan mengorbankan semua pihak

“Kita pengungsi ini nasibnya sama. Tidak boleh bicara kata-kata yang tidak menyenangkan hati orang lain di ruangan ini,” ujarnya.

Ia menegaskan seluruh warga yang berada di lokasi pengungsian harus saling menerima karena kini hidup bersama dalam situasi sulit tersebut.

Menurut Jhon Tabo, pemerintah terus berupaya menyelesaikan konflik agar masyarakat dapat kembali tinggal dengan aman di kampung masing-masing nantinya.

Gubernur juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran Polres Jayawijaya yang telah menerima dan menampung warga pengungsi selama konflik berlangsung.

Selain itu, pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten disebut terus menyiapkan kebutuhan makanan dan bantuan dasar bagi seluruh pengungsi di lokasi.

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan pengungsi menyebut jumlah warga yang berada di lokasi pengungsian mencapai sekitar 609 orang hingga sekarang ini.

Harapan Gubernur

Gubernur berharap pemerintah segera menyelesaikan konflik agar tidak lagi terjadi korban jiwa maupun aksi saling serang sesama masyarakat Papua tersebut.

“Kami berharap penyelesaian masalah ini segera diputuskan sehingga tidak terjadi konflik sesama kita lagi,” ujarnya

Para pengungsi mendengarkan arahan Gubernur Papua Pegunungan dan tokoh HAM, Theo Hesegem saat pertemuan di Posko Pengungsian Mapolres Jayawijaya.

Ia mengatakan konflik yang terus berlangsung hanya membawa kerugian besar karena jumlah masyarakat Papua semakin sedikit akibat pertikaian berkepanjangan tersebut.

Pengungsi juga mengaku memilih tetap berada di dalam kota untuk membantu warga lain yang membutuhkan perlindungan selama situasi keamanan belum kondusif.

Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan menegaskan proses mediasi dan penyelesaian konflik masih terus dilakukan bersama aparat keamanan serta tokoh masyarakat setempat. (Stefanus Tarsi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *