Papua PegununganPENDIDIKAN

Pameran HUT Ke-81 RI, Dinas Pendidikan Papua Pegunungan Tampilkan Capaian Program

0
×

Pameran HUT Ke-81 RI, Dinas Pendidikan Papua Pegunungan Tampilkan Capaian Program

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Pendidikan Papua Pegunungan Simon Sembor.

Jayawijaya, KV- Dinas Pendidikan Provinsi Papua Pegunungan turut ambil bagian dalam Pameran Pembangunan di halaman Kantor Gubernur Papua Pegunungan, Wamena.

Pameran tersebut digelar Rabu (12/8/2026) dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia sekaligus menampilkan capaian pembangunan pendidikan.

Kegiatan ini menjadi momentum bagi Dinas Pendidikan memperkenalkan berbagai program yang telah dilaksanakan sepanjang tahun anggaran 2025 hingga 2026.

Kepala Dinas Pendidikan Papua Pegunungan Simon Sembor mengatakan pendidikan menjadi salah satu perhatian utama pemerintah provinsi di bawah kepemimpinan Gubernur John Tabo.

Menurut Simon, pembangunan pendidikan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik sekolah, tetapi juga peningkatan mutu dan pembentukan karakter peserta didik.

“Pendidikan kita tidak boleh berjalan dengan pola yang sama seperti sebelumnya. Kita ingin membangun sistem pendidikan dengan pendekatan berbeda,” ujar Simon.

Penguatan pendidikan dimulai sejak jenjang TK dan PAUD dengan pembentukan karakter serta pengenalan kemampuan dasar bahasa Inggris dan teknologi komputer.

Pada jenjang SD dan SMP, pemerintah menyiapkan pola pendidikan berasrama untuk memperluas akses sekaligus memastikan proses pembelajaran berjalan secara berkelanjutan.

Sementara itu, lulusan SMA diarahkan mengikuti Global Training Center sebagai pusat pembinaan dan pelatihan generasi muda Papua Pegunungan.

Peserta akan mendapatkan penguatan bahasa Inggris dan bahasa asing lainnya sebagai persiapan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Simon mengatakan kebijakan pendidikan diarahkan agar lulusan memiliki keterampilan sesuai kebutuhan daerah dan tidak hanya berorientasi menjadi aparatur sipil negara.

Generasi muda diharapkan kembali mengelola potensi daerah, termasuk komoditas kopi, sekaligus menciptakan lapangan kerja dan mengurangi pengangguran.

“Tujuan akhirnya adalah bagaimana anak-anak kita kembali mengelola kekayaan daerah, menciptakan lapangan pekerjaan dan mengurangi pengangguran,” katanya.

Menurut Simon, keberhasilan pembangunan pendidikan tidak semata-mata diukur dari besarnya anggaran, tetapi dari manfaat yang dirasakan masyarakat.

“Yang kita lihat bukan hanya output dari Otsus, tetapi outcome-nya, manfaatnya bagi masyarakat,” tegasnya.

Dalam pameran tersebut, Dinas Pendidikan menampilkan berbagai pembangunan sarana dan prasarana pendidikan dari jenjang TK dan PAUD hingga perguruan tinggi.

Pembangunan sarana pendidikan tidak hanya dipusatkan di Jayawijaya, tetapi juga akan diperluas ke tujuh kabupaten lainnya di Papua Pegunungan.

Pemerintah provinsi juga memberikan dukungan kepada sejumlah perguruan tinggi sebagai bagian dari upaya memperkuat akses pendidikan di wilayah tersebut.

Di sisi lain, aspek keamanan menjadi perhatian karena pembangunan sekolah harus dibarengi kondisi yang memungkinkan guru dan siswa belajar secara aman.

Menurut Simon, pola pendidikan berasrama dapat menjadi salah satu solusi bagi wilayah yang menghadapi kendala keamanan maupun akses pendidikan.

“Percuma kita bangun sekolah dan sarana pendidikan yang bagus kalau karena persoalan keamanan guru tidak bisa datang dan anak-anak tidak bisa sekolah,” ujarnya.

Pemerintah juga berkomitmen memberikan dukungan agar anak-anak dapat bersekolah dengan lebih baik melalui sejumlah kebijakan pendidikan dan pembiayaan.

Untuk program beasiswa, pada 2026 pemerintah masih membiayai sekitar 500 mahasiswa dalam dan luar negeri melalui program Siswa Unggul Papua.

Program tersebut merupakan program sebelumnya dan akan diselesaikan tahun ini sebelum pemerintah menyiapkan skema baru sesuai kebutuhan pembangunan daerah.

Skema berikutnya diarahkan pada bidang khusus, termasuk pendidikan kedokteran spesialis yang dinilai dibutuhkan Papua Pegunungan.

Penerima pembiayaan pendidikan akan diseleksi berdasarkan kebutuhan dan kategori tertentu, dengan salah satu prioritas keluarga kurang mampu.

Simon berharap berbagai program tersebut menjadi bagian dari warisan pembangunan pendidikan yang kuat bagi Papua Pegunungan.

Menurutnya, pendidikan diharapkan mampu melahirkan generasi berkarakter, terampil, mandiri, serta mampu mengelola potensi daerah untuk kesejahteraan masyarakat.

“Pak Gubernur ingin di bidang pendidikan kita juga meninggalkan legasi yang baik untuk pembangunan selanjutnya,” pungkas Simon. (Stefanus Tarsi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *