JayawijayaPapua Pegunungan

Pemda Papua Pegunungan Turun Tangan Redam Bentrokan Warga di Wouma

0
×

Pemda Papua Pegunungan Turun Tangan Redam Bentrokan Warga di Wouma

Sebarkan artikel ini
Rumah Warga di Distrik Woma yang dibakar Massa

Jayawijaya, KV – Pemerintah Papua Pegunungan bersama Pemkab Jayawijaya dan Lanny Jaya turun tangan meredam bentrokan warga di Distrik Wouma, Jumat.

Pemerintah daerah menggelar rapat darurat bersama Forkopimda, Polda Papua, Polres Jayawijaya, DPR Papua Pegunungan, dan tokoh masyarakat setempat hari ini.

Pemerintah dan Forkopimda Gelar Rapat di Pilamo Hotel guna menghentikan perang dua kelompok di Distrik Wouma.Jumat (15/5/2026)

Rapat tersebut dihadiri Asisten II Setda Papua Pegunungan Elai Giban dan Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere,LO Polda Papua Kombes Pol Andi Yoseph Enok serta Pj Bupati Lanny Jaya Aletinus Yigibalom turut mengikuti rapat darurat tersebut.

Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara mengatakan situasi bentrokan di lapangan saat ini sangat rawan dan berbahaya.

Berdasarkan pantauan aparat keamanan, hampir 3.000 warga dari kedua kelompok telah bergabung dan melakukan aksi saling serang di Wouma.

“Kami sangat mengkhawatirkan terjadinya benturan besar jika masalah ini tidak segera teratasi,” ujar Kapolres Jayawijaya dalam rapat tersebut hari ini.

Kapolres meminta pemerintah daerah segera turun tangan untuk meredam konflik. Ia juga mengimbau seluruh pihak agar menunda pembahasan tuntutan adat demi mencegah jatuhnya korban jiwa lebih banyak akibat bentrokan tersebut.

“Soal urusan denda adat, nanti kita upayakan dibicarakan bersama-sama setelah situasi benar-benar kondusif,” tambah AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara.

Sementara itu, Kombes Pol Andi Yoseph Enok meminta seluruh pemerintah daerah segera turun langsung menuju lokasi bentrokan warga di Wouma.

“Kami meminta pemerintah daerah segera turun ke lapangan sebelum peristiwa meluas dan menimbulkan korban lebih banyak lagi, jika ini tidak segera diatasi, kita sesama orang Papua akan terus saling bunuh, dan lama-kelamaan kita semua akan habis,” tegas Kombes Pol Andi Yoseph

Asisten II Setda Papua Pegunungan Elai Giban mengatakan pemerintah sebenarnya sudah melakukan langkah antisipasi sejak awal konflik terjadi kemarin malam.

Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan sebelumnya telah turun langsung memediasi kedua kelompok saat pencarian jenazah korban di Kali Uwe berlangsung.

Namun, situasi mendadak berubah tegang setelah seluruh jenazah korban berhasil ditemukan sehingga bentrokan kembali pecah sejak Kamis malam kemarin.

“Proses mediasi awal sebenarnya berjalan baik, tetapi situasi kembali memanas setelah seluruh jenazah korban berhasil ditemukan,” ujar Elai Giban hari ini.

Hingga berita diturunkan, pemerintah daerah bersama aparat keamanan sudah terjun ke Distrik Wouma guna melakukan negosiasi damai bersama massa bentrok tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *