JayawijayaOPINI

Pemkab Jayawijaya Salurkan Bantuan untuk Korban Konflik Perang Suku di Wamena

0
×

Pemkab Jayawijaya Salurkan Bantuan untuk Korban Konflik Perang Suku di Wamena

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere menyerahkan bantuan kepada masyarakat Kurima di Wouma, Senin (11/5/2026).

Jayawijaya, KV- Pemerintah Kabupaten Jayawijaya menyalurkan bantuan logistik kepada korban konflik antarsuku di Wamena, Senin (11/5/2026).

Bantuan diberikan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat terdampak bentrokan yang terjadi antara kelompok Lani dan Kurima/Woma.

Pemkab Jayawijaya mendistribusikan sebanyak 1,5 ton beras beserta mi instan dan berbagai kebutuhan pokok lainnya kepada keluarga korban konflik.

Bantuan tersebut disalurkan secara merata kepada masyarakat dari pihak Lani maupun kelompok Kurima dan Woma yang terdampak bentrokan.

Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere mengatakan bantuan diberikan sekaligus untuk menjaga situasi keamanan tetap kondusif di wilayah Wamena saat ini.

“Kami berharap keluarga tetap menahan diri dan memberi kesempatan pencarian jenazah korban yang belum ditemukan,” ujar Ronny Elopere di Wouma.

Ia meminta masyarakat tidak melakukan aksi tambahan yang dapat memicu ketegangan baru dan memperluas konflik antarsuku di Kabupaten Jayawijaya tersebut.

Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere

Menurut Ronny, pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk mencegah bentrokan susulan di wilayah konflik masyarakat tersebut.

Pemerintah meminta masyarakat menyelesaikan persoalan melalui jalur adat tanpa mengganggu keamanan umum serta aktivitas warga di Kota Wamena.

Ronny menegaskan perang suku hanya merugikan masyarakat karena berdampak terhadap pendidikan, perdagangan, dan aktivitas pelayanan publik lainnya di daerah.

“Kalau perang terus terjadi, aktivitas masyarakat akan lumpuh dan warga luas yang paling merasakan dampaknya,” tegas Wakil Bupati Jayawijaya tersebut.

Pemkab Jayawijaya berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban keluarga korban sekaligus mendukung proses perdamaian kedua kelompok masyarakat. (Stefanus Tarsi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

OPINI

(Hari Minggu Tritunggal Mahakudus, 31 Mei 2026) Bapa, ibu, saudara dan saudari sekalian dalam Kristus. Kita merayakan dalam Misa Kudus ini, suatu pesta penting dan besar di dalam Gereja kita,…

OPINI

Dialektika Konflik dan Pendidikan dalam Masyarakat Modern Pendahuluan Pendidikan merupakan fondasi utama dalam pembangunan manusia dan peradaban. Melalui pendidikan, manusia dibentuk menjadi pribadi yang memiliki kemampuan berpikir kritis, kesadaran moral,…