Jayawijaya, KV – Pemerintah pusat memastikan kondisi keamanan di Wamena dan wilayah sekitarnya mulai berangsur kondusif pascakonflik beberapa hari terakhir terjadi.
Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Ribka Haluk turun langsung meninjau lokasi pengungsian dan wilayah terdampak konflik di Kabupaten Jayawijaya, Minggu.
Dalam kunjungan tersebut, Ribka Haluk didampingi Gubernur Papua Pegunungan John Tabo, Wakil Gubernur Ones Pahabol, serta aparat TNI dan Polri.

Rombongan mendatangi sejumlah titik pengungsian masyarakat di Kodim 1702 Jayawijaya, Polres Jayawijaya, dan Gereja Katolik Jaya Wamena hari ini.
Pemerintah memastikan penanganan darurat terus dilakukan agar masyarakat kembali merasa aman dan dapat menjalankan aktivitas sehari-hari seperti biasa kembali nantinya.
“Intinya hari ini kondisi keamanan sudah relatif baik,” ujar Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Ribka Haluk kepada awak media di Wamena.
Menurut Ribka, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah terus mempercepat langkah penanganan dampak konflik termasuk pendataan korban dan kerusakan fasilitas masyarakat.

Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan juga telah membentuk tim khusus untuk menjalankan langkah tanggap darurat, rehabilitasi, hingga pemulihan kondisi masyarakat terdampak konflik.
Selain itu, pemerintah daerah sedang menyiapkan surat tanggap darurat sebagai dasar pelaksanaan program penanganan dari kementerian terkait nantinya berjalan.
“Kami sudah koordinasi dengan Kementerian PU, Kementerian Sosial, dan kementerian lain supaya penanganan bisa segera dilakukan,” kata Ribka Haluk.
Ribka mengatakan pemerintah kini fokus menghadirkan rasa aman bagi masyarakat agar tidak lagi merasa takut menjalankan aktivitas sehari-hari di Wamena kembali.
Pemerintah juga memastikan masyarakat dari luar daerah yang datang dan terlibat konflik akan dipulangkan secara bertahap mulai besok oleh pemerintah daerah.
Pemulangan tersebut dilakukan menuju daerah asal seperti Lanny Jaya, Tolikara, dan sejumlah wilayah lain dengan pengawalan aparat keamanan gabungan nantinya.
Saat meninjau pengungsian, Ribka mengaku menemukan sejumlah warga mulai mengalami gangguan kesehatan akibat terlalu lama berada di lokasi pengungsian dingin tersebut

“Saya berharap masyarakat harus segera kembali karena ada yang mulai sakit, batuk, sakit perut, dan badan sakit,” ujarnya kepada pengungsi.
Pemerintah berharap situasi keamanan terus membaik sehingga masyarakat dapat kembali bersekolah, berdagang, dan menjalankan aktivitas ekonomi tanpa rasa khawatir berlebihan.(Stefanus Tarsi)











