Jakarta, KV – Anggota Komisi III DPR RI Rikwanto mendorong penyelesaian konflik dua kelompok warga di Wamena melalui pendekatan mediasi dan kearifan lokal.
Menurut Rikwanto, pelibatan tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pemerintah daerah penting dilakukan untuk meredam konflik tersebut segera.
“Konflik seperti yang terjadi di Wamena harus segera diselesaikan melalui mediasi,” ujar Rikwanto di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (18/5/2026).
Politisi Partai Golkar itu menilai pendekatan berbasis adat lebih efektif karena masyarakat Papua masih menghormati hasil musyawarah para tokoh.
Karena itu, pemerintah daerah diminta segera mempertemukan pihak-pihak yang bertikai melalui forum dialog dan perundingan damai terbuka bersama.
Rikwanto juga menilai aparat keamanan tetap memiliki peran penting menjaga situasi keamanan agar konflik tidak meluas ke wilayah lainnya.
Menurut dia, aparat keamanan sebaiknya fokus menjalankan fungsi pengamanan serta membantu memfasilitasi proses dialog antara kedua kelompok warga tersebut.
“Kalau aparat turun, perannya membuat batasan agar konflik tidak melebar sekaligus menjadi mediator dan negosiator yang baik,” katanya.
Ia mengingatkan konflik berkepanjangan hanya akan memperbesar korban jiwa serta menimbulkan kerugian sosial bagi masyarakat Papua Pegunungan nantinya.
Karena itu, seluruh pihak diminta bergerak cepat mengedepankan penyelesaian damai agar masyarakat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman.
Rikwanto juga meminta pemerintah daerah aktif mengumpulkan tokoh adat, tokoh agama, tokoh budaya, dan tokoh masyarakat untuk mencari solusi.
Adanya Sinergi
Menurutnya, sinergi pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat adat menjadi langkah penting mempercepat terciptanya perdamaian di Wamena nantinya.

“Pemerintah daerah harus memfasilitasi pertemuan para tokoh yang dituakan agar persoalan ini diselesaikan secara musyawarah,” ujar Rikwanto lagi.
Ia optimistis masyarakat Papua mampu menyelesaikan konflik dengan mengedepankan hukum, dialog, dan semangat hidup berdampingan secara damai bersama.
Bentrok dua kelompok warga di Wamena sebelumnya menyebabkan belasan orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka akibat penyerangan tersebut.
Konflik yang bermula di Distrik Wouma itu kemudian meluas ke sejumlah wilayah hingga memaksa ratusan warga mengungsi sementara waktu.









