Jayapura, KV – Setelah berlangsung intensif selama tiga hari, Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penatausahaan Keuangan dan Pelaporan Daerah melalui SIPD-RI Provinsi Papua Pegunungan Tahun Anggaran 2026 resmi ditutup, Jumat (22/5/2026). Acara penutupan yang berjalan khidmat dan penuh rasa syukur ini digelar di salah satu hotel di Kota Jayapura.
Agenda besar yang bertujuan meningkatkan kapasitas aparatur daerah ini ditutup secara resmi oleh Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Provinsi Papua Pegunungan, Noak Tabo, S.IP., M.KP., yang dalam hal ini diwakili oleh Kabid Perencanaan dan Evaluasi Pendapatan Daerah, Laurensius Saluz, S.AP., M.AP.

Membacakan sambutan tertulis Kepala BPPKAD, Laurensius Saluz menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh peserta dari instansi terkait yang telah mengikuti setiap sesi materi dengan penuh dedikasi dan semangat tinggi.
“Apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kami sampaikan kepada seluruh peserta. Rasa terima kasih yang mendalam juga kami haturkan kepada tim narasumber dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang telah melatih, membimbing, dan membagikan ilmu berharganya selama kegiatan ini,” ujar Laurensius.

Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan juga memberikan penghargaan luar biasa kepada jajaran panitia penyelenggara. Berkat kerja keras dan persiapan yang matang, seluruh rangkaian kegiatan bimtek dapat berlangsung dengan aman, lancar, dan tepat waktu sejak hari pertama.
Melalui seremonial penutupan ini, terselip harapan besar agar ilmu yang didapatkan selama tiga hari tidak berhenti di ruang seminar. Para peserta dititipkan pesan penting untuk menjadi agen perubahan di instansi masing-masing, menjaga integritas, menghindari kesalahan administrasi, serta membangun budaya kerja yang kolaboratif.

“Mari kita jadikan sistem SIPD-RI ini sebagai budaya kerja baru yang bersih, profesional, transparan, dan akuntabel demi memastikan setiap rupiah APBD dikelola secara tepat sasaran demi kesejahteraan masyarakat,” lanjut Laurensius.
Penegasan Gubernur
Menambah bobot pentingnya acara seremonial ini, sebelum secara resmi mengetuk palu penutupan, Laurensius menyampaikan penegasan khusus dari Gubernur Papua Pegunungan untuk wilayah provinsi dan 8 kabupaten cakupan.

Gubernur menginstruksikan secara tegas agar seluruh ASN pengelola keuangan dan pimpinan OPD segera meninggalkan pola manual dan wajib bermigrasi total ke SIPD-RI. Selain itu, pimpinan OPD diwajibkan melakukan pengawasan melekat terhadap transaksi keuangan, patuh pada kalender anggaran, serta memastikan penggunaan anggaran cerdas diprioritaskan untuk mendanai program nyata bagi masyarakat, khususnya Orang Asli Papua (OAP).
Acara kemudian diakhiri dengan ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, jabat tangan hangat antarpeserta, serta foto bersama sebagai simbol kesiapan menyongsong era digitalisasi keuangan yang bersih di bumi Papua Pegunungan. (Stefanus Tarsi)











